Senin, 26 Maret 2012

Mega Marah Kabur ke Bali

JAKARTA, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Alex.


- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarno Putri sempat menghilang ketika partainya tengah membahas calon Gubernur DKI Jakarta. Saat itu Megawati tidak setuju dengan Fauzi Bowo alias Foke, calon yang diusung kubu suaminya, Taufik Kiemas. Menurut sumber Tempo, Mega menolak Fauzi karena Gubernur DKI Jakarta incumbent itu telah diusung Partai Demokrat,

“Dia ke NTB, NTT, dan Bali bersama Prananda supaya bebas dari tekanan kelompok pendukung Fauzi Bowo,” kata politikus Banteng lainnya, pekan lalu.

Persoalan di Jakarta dipercayakan Mega kepada Sekretaris Jenderal Tjahjo Kumolo. Mega juga tak mengangkat telepon selain dari kubu pendukung Jokowi. Saat itu, sejumlah kader PDI Perjuangan juga tengah mengelus-ngelus nama Jokowi sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dari partai banteng itu.

Bukan kali ini saja Megawati "menghilang" karena tidak sepaham dengan pilihan politis suaminya. Sebelumnya Gesekan dua kubu ini terpelihara sejak pencalonan presiden 2009.

Kubu Taufiq Kiemas menginginkan Megawati tak mencalonkan lagi. Tapi kubu yang lain ngotot Mega nyalon. Menghindari tekanan dari suaminya, “Mega sampai menginap hampir sebulan di rumah Prananda (putra kedua dari pernikahan pertamanya),” ujar seorang politikus PDI Perjuangan.

Dua kubu ini kembali bertabrakan saat Partai Demokrat mengajak PDI Perjuangan berkoalisi. Taufiq dikabarkan ngotot berkoalisi karena menginginkan Puan menjadi menteri. Sama seperti dalam pencalonan presiden, kubu Taufiq kalah. Mega menolak berkoalisi dengan Demokrat. Sudah menjadi rahasia umum, hubungan Megawati dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo bambang Yudhoyono tidak harmonis. Dalam permerintahan, PDI Perjuangan juga menjadi oposisi dari pemerintahan Yudhoyono.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar