JEMBER,(TRIBUNEKOMPAS)
By: Soewardi.
- Acara
"Bupati Ngunduh Mantu" pasangan Anang Hermansyah-Ashanty di Pendopo
Kabupaten Jember, Selasa, 03/07/2012, menuai protes dan kritik
masyarakat.
Sejumlah orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat
Tertindas (Format) menuding acara yang dilakukan Bupati Jember Muhammad
Zainal Abidin Djalal itu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD).
"Acara itu dimasukkan dalam acara Bulan Berkunjung
ke Jember (BBJ), yang dananya tidak transparan dalam APBD," ujar
koordinator Format, Kustiono Musri.
Menurut Kustiono, perhelatan
untuk pasangan Anang-Ashanty itu tidak pantas karena dilakukan di
tengah keprihatinan habisnya dana pengobatan untuk ribuan warga miskin
yang tidak tertangani program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas)
dan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). "Meskipun Anang berasal dari
Jember, tapi ia dan istrinya bukan keluarga bupati," ujarnya.
Anang-Ashanty dijadwalkan datang dalam acara "Artis dan Tokoh Pulang
Kampung", yang akan digelar pada Rabu-Jumat (4-6 Juli). Mereka bakal
pulang kampung ke Jember bersama beberapa artis dan tokoh lain, seperti
Opick, Dewi Persik, dan mantan Kapolda Jatim Irjen Polisi Badrodin
Haiti.
Menurut Kepala Bagian Humas Pemkab Jember Sandi Suwardi
Hasan, acara "Bupati Ngunduh Mantu" itu juga akan disiarkan secara
langsung oleh televisi nasional.
Anang dan Ashanty bersama
anak-anak mereka, Aurel dan Azriel, akan datang ke Jember, Rabu, 4 Juli
2012. Mereka akan naik kereta api Mutiara Timur Siang dari Surabaya
menuju Jember. "Sekitar pukul 13.15 WIB akan dijemput langsung Bupati
Jember bersama jajaran pejabat SKPD di Stasiun Jember," katanya.
Keesokan harinya, mereka akan melakukan jalan santai bersama rakyat
Jember dan diarak dengan kereta kuda. Sore hingga malam harinya akan
dilakukan acara unduh mantu di pendopo kabupaten dan dilanjutkan pengukuhan Ashanty sebagai warga Jember oleh Bupati Jember.
Sandi membantah acara "Ngunduh Mantu" dan "Artis Pulang Kampung" itu
menggunakan anggaran Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) yang bersumber
dari APBD. "Kami hanya menyediakan tempat. Masak ada tamu tidak diberi nogosari atau pisang goreng? Ya, itu yang kami sediakan, makanan dan jajanan," ujar dia.
Sandi berkilah dana dua acara itu banyak disumbang dari dana sponsor dan dana pribadi sejumlah orang di Jember. Untuk acara live di salah satu televisi nasional, kata Sandi, pihak Pemkab juga tidak mengeluarkan dana sepeser pun. "Itu menjadi urusannya EO (event organizer)," katanya.
Lalu kenapa acara "Ngunduh Mantu" Anang-Ashanty dilakukan di pendopo
bupati, padahal Anang bukanlah anak atau keponakan bupati? "Karena acara
ini sekaligus untuk mempublikasikan Kabupaten Jember, sehingga
menggunakan pendopo. Acara ini juga sudah dikemas oleh EO dan pihak
televisi sehingga kami tidak ikut lainnya," jawab Sandi.
Dari
acara rangkaian "Artis Pulang Kampung" itu, hanya acara jalan santai
bersama artis dan tokoh yang menggunakan dana APBD. Alasannya, acara itu
merupakan acara yang dibikin Pemerintah Kabupaten Jembar dan masih
berhubungan dengan olahraga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar